Oleh: benmashoor | 24 November 2008

Aal-Alatthas

Mereka adalah keturunan waliyullah Abdurrahman bin Aqil bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman Assegaf.

Menurut Habib Ali bin Hasan al-Attas (shohib al-Mashad) dalam kitabnya al-Qirthos Fi Manaqib al-Habib Umar bin Abdurahman al-Attas mengatakan bahwa pemberian gelar al-Attas dikarenakan keramatnya, yaitu bersin dalam perut ibunya seraya mengucapkan Alhamdulillah, yang mana perkataan tersebut didengar oleh ibunya. Menurut Habib Ali yang pertama kali bersin dalam perut ibunya yaitu Aqil bin Salim, saudara kandung Syaikh Abu Bakar bin Salim, selanjutnya gelar tersebut dipakai oleh anaknya yang bernama Abdurahman. Sedangkan anaknya yang bernama Muhammad dan Zein memakai gelar al-Aqil bin Salim. Syaikh Muhammad bin Ahmad Bamasymus al-Amudi berkata, ‘Tidak ada al-Idrus kecuali Abdullah dan tidak ada al-Attas kecuali Umar’. Bersin bahasa Arabnya athasa dan orang yang bersin disebut al-Aththas. Waliyullah Abdurahman bin Aqil bin Salim dilahirkan di kota Lisik. Beliau dikarunia lima orang anak lelaki, tiga diantaranya melanjutkan keturunan beliau, yaitu ;

1. Abdullah, keturunannya berada di Yafi’ (Hadramaut )

2. Aqil, keturunannya al-Attas al-Aqil (Khuraidhoh)

3. Umar (Sohibur Ratib) keturunannya sebagian besar berada di Indonesia. Beliau dikarunia 9 orang anak lelaki, tetapi yang menruskan keturunan beliau hanya 4 orang, yaitu :

a. Husein, menurunkan keturunan al-Attas yang disebut al-Muchsin, al-Hamzah, al-Ahmad, al-Thalib, al-Umar, al-Hasan, al-Ali, al-Abdullah.

b. Salim, keturunannya berada di Khuraidhoh, Jubail, India, Pekalongan, Penang dan Katiwar.

c. Abdullah, keturunannya berada di Amud, Inaq, Jadfaroh, Luhrum, Jawa dan di Bihan (Syihir).

d. Abdurrahman, keturunannya di Khuraidhoh, Luhrum, Jawa dan India.

Waliyullah Abdurrahman bin Aqil bin Salim wafat di kota Huraidhoh.


Kategori

%d blogger menyukai ini: