Oleh: benmashoor | 1 September 2008

Syaikh Abdul Wahab al-Sya’rani dan manhaj Bani Alawi

Berkata Al-Allamah Abubakar Bin Syahab dalam kitabnya Rasfah al-Shadi Min Bahri Fadhail Bani al-Nabi al-Hadi hal 106 :

Syaikh Abdul Wahab al-Sya’rani di awal maqalahnya mengenai kefanatikan pribadi terhadap leluhurnya yang biasa terjadi pada manusia, beliau berkata : Di antara golongan sunni yang mulia, yang telah dinukil pada maqalah ini dan lainnya, baik dalam bentuk syair maupun sanjungan, kapan dan dimanapun mereka, sejarah telah berkata dan menjelaskan bahwa mereka kaum sunni yang mulia dan pemimpin ummat Muhammad mereka adalah ahlul bait yang suci, mulia dan terhormat. Mereka pemimpin yang membawa petunjuk melalui cahaya mereka di setiap zaman, dan jejak mereka merupakan pedoman di setiap waktu. Sebagaimana syair yang ditulis oleh al-Kumait al-Asaddi : ‘Dan mereka adalah orang-orang yang selalu mengoreksi pintu kesalahan manusia, seakan mereka berfungsi seperti kaidah-kaidah agama Islam‘ Bagaimana mungkin suatu hukum dibuat bertentangan dengan sunnah yang masing-masing mempunyai kedudukan yang agung dan Rasulullah saw telah menjadikan keduanya sebagai hujjah.

Dan kami telah mendapatkan khabar bahwa sesungguhnya berpegang kepada keduanya tidak akan tersesat, barang siapa yang mendahului atau meninggalkan keduanya akan binasa. Dan diperintahkan kepada kami untuk menimba ilmu dari mereka serta tidak mengajari mereka, bagi mereka yang bertentangan dengan mereka termasuk kepada golongan iblis. Sesungguhnya mereka tidak akan memasuki pintu kesesatan dan tidak akan keluar dari pintu hidayah, Allah swt memberikan hikmah kepada mereka. Sesungguhnya kebenaran telah ditolong dengan apa yang dijelaskan dan dikatakannya, dan jalan yang lurus yang telah ditempuhnya. Dan mengenai golongan syarif yang bukan sunni, beliau berkata : Itu merupakan suatu kebatilan yang besar. Dan banyak di antara keluarga yang disucikan ini beraqidah sunni, seperti al-Saadah al-Alawiyah al-Husainiyin di Hadramaut, Jawa dan Hindi, Syarif Bani Qatadah al-Husainiyin di Hijaz, Saadah al-Rifaiyah al-Husaiyin di Syam dan Iraq, Saadah al-Jailaniyah al-Husainiyin di Iraq dan Hindi, Saadah al-Ahdaliyah di Yaman, Saadah al-Idrisiyah di Maghrib, dan keluarga lainnya yang tersebar di seluruh dunia.

Mereka ialah para pemikir ahlu sunnah wal jamaah dan hanya sedikit dari mereka yang mempunyai pandangan tentang sahabat berdasarkan ajaran syiah, mereka berada di Yaman, Teheran, India dan Iraq. Semoga Allah memberi taufiq kepada mereka menuju kebenaran.


Kategori

%d blogger menyukai ini: