Oleh: benmashoor | 15 Agustus 2008

Silsilah Puncak Thariqah Saadah Bani Alawi

Di awal kita telah membahas bahwa silsilah vertikal thariqah al-Saadah Bani Alawi bermula dari Al-Imam al-Ustadz al-A’zham al-Faqih al-Muqaddam yang merupakan silsilah yang tinggi dan mulia. Begitu pula halnya dengan silsilah puncak thariqah Alawiyah bermula dari Al-Imam al-Ustadz al-A’zham al-Faqih al-Muqaddam, kemudian bergabung dengan Syekh Said bin Isa al-Amudi[1], keduanya menerima khirqah dari Syekh Abdullah al-Saleh al-Maghribi. Dengan kedua ulama tersebut kokohlah madrasah Aal Abi Alawi di Hadramaut dan negeri lain, dengan banyaknya murid mereka. Anak-anak dan murid-murid kedua Syekh tersebut menyebarkan qaidah-qaidah thariqah tersebut. Al-Faqih al-Muqaddam dan Syekh Said bersama-sama membuat landasan thariqah mereka beserta dalil-dalilnya, diantara landasan tersebut adalah :

1. Meninggalkan cara kekerasan (mengangkat senjata) dalam menyebarkan thariqah mereka.[2]

2. Menghindarkan perselisihan bila terjadi perbedaan dalam suatu perkara hukum.

3. Beramal berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan oleh manhaj ahlu sunnah.

4. Menyebarkan ilmu dan da’wah kepada Allah swt dengan cara hikmah dan mau’izhah hasanah.

Dengan landasan tersebut Allah memperlihatkan kebesaran ilmu dan akhlaq setelah mereka menjauhkan diri dari berbagai perdebatan dalam hukum dan segala bentuk perselisihan. Dan mereka mewariskan sifat-sifat tersebut kepada anak cucu dan pengikut nya dengan menekankan kepada pentingnya perdamaian antara manusia dan membuat kesepakatan keamanan di jalan-jalan maupun di pasar-pasar dengan qabilah-qabilah yang berseteru, membuang jauh-jauh perselisihan yang membuat lemah kekuasaan masing-masing pemimpinnya dan sebaliknya bersibuk diri kepada pekerjaan yang bermanfaat seperti bercocok tanam karena Hadramaut adalah negeri yang luas tanah pertaniannya dan perkebunan kurma dan sayurannya. Bahkan keutamaan mereka dapat dilihat disebabkan mereka berusaha untuk memperbaiki keadaan tanah mereka dan menyibukkan diri mereka dengan mengolahnya seperti telah dikerjakan oleh al-Imam Muhammad bin Ali Shahib Marbath, al-Imam al-Syaikh Ali bin Alwi Khali’ Qasam dan al-Imam al-Faqih al-Muqaddam dan orang-orang setelah mereka.

Dapat dikatakan bahwa keluarga Bani Alawi, mereka telah berjalan di atas madrasah Bani Alawi, mereka tidak lagi mencari manhaj lain kecuali manhaj Saadah Bani Alwi yang mereka pelajari dan ajarkan kepada yang lainnya hingga saat ini.

Sehingga dapat kita lihat beberapa ulama didikan madrasah Bani Alawi yang diberkahi dan kita selalu mengambil dan menghubungkan sanad-sanad kami kepada sanad-sanad ulama yang lurus dalam thariqah mereka, dan tidak kita dengar dari perkataan mereka kecuali mereka dapat dari para salaf mereka, dan tidak kita baca, memutuskan dan menetapkan suatu hukum kepada para murid-muridnya kecuali dengan apa yang mereka dapat dari para keluarga dan salaf mereka yang sholeh.


[1] Syaikh Said bin Isa al-Amudi menyambung nasabnya kepada khalifah Abubakar al-Shiddiq Sebagaimana telah dikuatkan oleh para ahli sejarah, salah satunya dijelaskan dalam kitab al-Syamil Fi Tarikh Hadramaut karangan Sayid Alwi bin Thahir al-Haddad dan kitab Idam al-Quut karangan Sayid Abdurahman bin Ubaidillah al-Saggaf .

Berkata Sayid Alwi bin Thahir al-Haddad : ‘Bersatunya keluarga al-Amudi dan Saadah Bani Alawi sejak dulu disebabkan oleh keberkahan yang menyambungkan antara al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali dengan Syaikh al-Kabir al-arif billah Syaikh Said bin Isa al-Amudi’.

[2] Yang dimaksud dengan meninggalkan kekerasan (mengangkat senjata) yaitu mengganti cara penyebaran thariqahnya dengan tanpa mengangkat senjata dalam kehidupan masyarakat. Begitu pula dengan Syaikh Said bin Isa al-Amudi yang membawa cara damai dalam menyebarkan thariqahnya ke Du’an.

Dalam kitab Taj al-A’rasy halaman 199 disebutkan bahwa al-faqih al-Muqaddam selalu dihiasi dengan kefakiran dan meninggalkan senjata dalam menyelesaikan semua urusan. Beliau juga berdoa untuk anak cucunya agar mempunyai kedudukan dan hal dengan perantaraan senjata bathin.


Kategori

%d blogger menyukai ini: