Oleh: benmashoor | 7 Agustus 2008

Ahlu Bait Dalam Sunnah Nabi saw

1. Anjuran untuk mencintai ahlu bait.

a. Rasulullah saw bersabda :

أدبوا أولادكم على ثلاث خصال : حبّ نبيكم , وحبّ أهل بيته , وقراءة القرآن .

Didiklah anak-anakmu atas tiga perkara : Mencintai Nabi kalian, mencintai ahlu baitnya dan membaca alquran.[1]

b. Rasulullah saw bersabda :

أذكركم الله في أهل بيتي , أذكركم الله في أهل بيتي ¸ أذكركم الله في أهل بيتي

Aku ingatkan kalian dalam masalah ahlu baitku, Aku ingatkan kalian dalam masalah ahlu baitku, Aku ingatkan kalian dalam masalah ahlu baitku.[2]

c. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :

أحسن الحسنات حبنا , وأسوأ السيئات بغضنا

Sebaik-baiknya kebaikan adalah cinta kepada kami (ahlu bait), dan seburuk-buruknya kejahatan adalah benci kepada kami (ahlu bait).[3]

2. Mencintai ahlu bait berarti mencintai Allah dan Rasul-Nya.

a. Rasulullah saw bersabda :

أحبوا الله لما يغذوكم من نعمه , وأحبوني لحب الله , واحبّوا أهل بيتي لحبّي

Cintailah Allah swt atas nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada kalian, cintailah aku berdasarkan kecintaan kepada Allah swt, dan cintailah ahlu baitku berdasarkan kecintaan kepadaku’.[4]

b. Dari Zaid bin Arqam berkata, ‘Dahulu saya bersama Rasulullah saw maka lewatlah Fathimah yang keluar dari rumahnya menuju ke kamar Nabi saw dan bersamanya terdapat kedua anaknya Hasan dan Husein dan Ali bin Abi Thalib mengikuti mereka. Kemudian Nabi saw memandang mereka dan bersabda :

من أحب هؤلاء فقد أحبّني , ومن أبغضهم فقد أبغضني

Siapa yang mencintai mereka berarti telah mencintai aku, dan siapa yang membenci mereka berate telah membenci aku’.[5]

3. Mencintai ahlu bait adalah azas (dasar) Islam.

a. Rasulullah saw bersabda :

أساس الاسلام حبي وحب أهل بيتي

Azas agama Islam adalah mencintaiku dan mencintai ahlu baitku.[6]

b. Rasulullah saw bersabda :

لكّل شيء اساس . و أساس الإسلام حبنا أهل البيت

Segala sesuatu ada azasnya, dan azas agama Islam adalah mencintai kami ahlu bait.[7]

c. Dari Ali bin Abi Thalib, ‘Rasulullah saw berkata kepadaku : ‘Wahai Ali, Islam itu telanjang, bajunya adalah taqwa, pemimpinnya adalah petunjuk, hiasannya adalah sifat malu, tiangnya adalah sifat wara’, hartanya adalah amal soleh dan azas Islam adalah mencintaiku dan ahlu baitku’.[8]

4. Mencintai ahlu bait adalah ibadah.

a. Rasulullah saw bersabda :

حب آل محمد يوما خير من عبادة سنة ومن مات عليه دخل الجنة

Mencintai keluarga Muhammad (ahlu bait) satu hari lebih baik daripada ibadah satu tahun, dan siapa di antara kamu meninggal dalam mencintainya masuk surga’.[9]

b. Rasulullah saw bersabda :

اعلم أنّ أول عبادته المعرفة به … ثم الإيمان بي و الاقرار بأنّ الله أرسلني الى كافة

الناس بشيرا و نذيرا وداعيا الى الله بإذنه و سراجا منيرا , ثم حب أهل بيتي الذين

أذهب الله عنهم الرجس وطهرهم تطهيرا

‘Ketahuilah bahwasanya awal ibadah itu adalah mengenal Allah … kemudian beriman kepadaku dan berikrar bahwasanya Allah swt telah mengutus aku kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita baik dan peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi, kemudian (sebagai awal ibadah adalah) mencintai ahlu baitku yang Allah telah hilangkan atas mereka segala dosa dan membersihkannya se suci-sucinya‘.[10]

c. Imam Ja’far al-Shaddiq berkata :

إنّ فوق كل عبادة عبادة , وحبنا أهل البيت أفضل عبادة

Sesungghnya di atas setiap ibadah ada ibadah yang lebih utama, dan mencintai kami ahlu bait adalah paling utama ibadah’.[11]

5. Mencintai ahlu bait adalah tanda keimanan.

a. Rasulullah saw bersabda :

لا يؤمن عبد حتى أكون أحب اليه من نفسه , و أهلي أحب اليه من أهله , وعترتي

أحب اليه من عترته , و ذاتي أحب اليه من ذاته

Seorang hamba Allah tidak akan sempurna imannya sebelum kecintaannya kepadaku melebihi kecintaannya kepada dirinya sendiri, sebelum kecintaanya kepada keluargaku melebihi kecintaannya kepada keluarganya sendiri, sebelum kecintaannya kepada keturunanku melebihi kecintaannya kepada keturunannya sendiri, dan sebelum kecintaannya kepada dzatku melebihi kecintaannya kepada dzatnya sendiri’.[12]

b. Rasulullah saw bersabda :

لا يحبنا أهل البيت الا مؤمن تقي , ولا يبغضنا الا منافق شقي

Tidak ada yang mencintai kami ahlu bait kecuali orang yang beriman dan bertaqwa, dan tidak ada yang membenci kami kecuali orang munafik dan durhaka.[13]

c. Imam Muhammad al-Baqir berkata :

حبنا إيمان , وبغضنا كفر

‘Mencintai kami (ahlu bait) adalah tanda keimanan, dan membenci kami adalah tanda kekufuran’.[14]

d. Imam Muhammad al-Baqir berkata :

إنّما حبنا أهل البيت شىء يكتبه الله في قلب العبد , فمن كتبه الله قلبه لم يستطع أحد

أن يمحوه , أما سمعت الله يقول : ( أولئك كتب في قلوبهم الايمان وأيّدهم بروح منه )

فحبنا أهل البيت من أصل الإيمان .

Sesungguhnya kecintaan kepada kami ahlu bait adalah sesuatu yang telah Allah ditetapkan dalam hati seorang hamba, maka siapa yang telah Allah tetapkan dalam hatinya tidak ada satupun yang dapat menahannya. Allah swt berfirman : ‘Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari pada-Nya’.[15] Maka mencintai kami ahlu bait merupakan dasar keimanan’.[16]

6. Mencintai ahlu bait akan mendapat hikmah.

a. Rasulullah saw bersabda :

من اراد التوكل على الله فليحب أهل بيتي , … و من اراد الحكمة فليحب اهل بيتي ,

… فوالله ما احبّهم احد الا رنح الدنيا و الاخرة

Siapa yang ingin bertawakkal kepada Allah maka cintailah ahlu baitku, … siapa yang ingin menemukan hikmah maka cintailah ahlu baitku, … demi Allah tidaklah seorang mencintai mereka kecuali ia akan beruntung di dunia dan akhirat.[17]

b. Berkata Imam Ja’far al-Shaddiq :

من احبنا أهل البيت , وحقق حبنا في قلبه , جرت ينابيع الحكمة على لسانه

Siapa yang mencintai kami ahlu bait dan menguatkan kecintaannya terhadap kami di dalam hatinya, maka akan keluarlah kata-kata hikmah dari lisannya.[18]

7. Mencintai ahlu bait akan mendapat syafaat di hari kiamat.

a. Rasulullah saw bersabda :

شفاعتي لآمتي من أحب أهل بيتي

Golongan umatku yang akan mendapat syafaatku adalah mereka yang mencintai ahlu baitku.[19]

b. Rasulullah saw bersabda :

الزموا مودتنا أهل البيت , فإنه من لقي الله يوم القيامة و هو يودنا دخل الجنة بشفاعتنا

Hendaklah kalian tetap memelihara kasih sayang dengan kami ahlu bait, karena orang yang bertemu dengan Allah (pada hari kiamat kelak) dalam keadaan mencintai kami, ia akan masuk surga dengan syafaat kami.[20]

c. Rasulullah saw bersabda :

أربعة أنا شفيع لهم يوم القيامة : المكرم لذريتي , والقاضي لهم حوائجهم , والساعي لهم في أمورهم عند ما اضطرّوا إليه , و المحب لهم بقلبه و لسانه .

Empat golongan akulah yang akan memberinya syafaat di hari kiamat, yaitu : ‘Orang yang memuliakan keturunanku, orang yang membantu menutup kebutuhan mereka, membantu mereka dalam urusan-urusan mereka ketika mereka membutuhkannya, dan orang yang mencintai mereka dengan hatinya yang tulus dan dengan kata-katanya.[21]

8. Mencintai ahlu bait akan meninggal dalam keadaan mati syahid.

a. Rasulullah saw bersabda :

من مات على حب آل محمد مات شهيدا , ألاو من مات على حب آل محمد مات مغفورا

له , ألا و من مات على حب آل محمد مات تائبا , ألا و من مات على حب آل محمد

مات مؤمنا مستكمل الايمان

Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia mati syahid. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia akan memperoleh ampunan atas doa-dosanya. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia mati dalam keadaan diterima taubatnya. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia mati sebgai orang yang beriman dan sempurna imannya.[22]

b. Rasulullah saw bersabda :

حبنا أهل البيت يكفر الذنوب و يضاعف الحسنات

Mencintai kami ahlu bait akan menghapuskan kesalahan dan melipatgandakan kebaikan.[23]

9. Mencintai ahlu bait akan mendapatkan cahaya di hari kiamat.

a. Rasulullah saw bersabda :

أكثركم نورا يوم القيامة أكثركم حبا لآل محمد

Yang paling banyak cahanyanya di antara kalian di hari kiamat adalah yang paling banyak kecintaannya kepada keluarga Muhammad saw.[24]

b. Rasulullah saw bersabda :

أما والله لا يحب أهل بيتي عبد إلا أعطاه الله عز وجل نورا حتى يرد علي الحوض

Demi Allah, tidaklah seorang hamba mencintai ahlu baitku kecuali Allah Azza Wa Jalla memberikannya cahaya hingga ia bertemu di telaga Haudh.[25]

10. Mencintai ahlu bait dijamin masuk surga dan selamat dari neraka.

a. Rasulullah saw bersabda :

ألا ومن مات على حب آل محمد بشّره ملك الموت بالجنة ثم منكر و نكير , ألا و من

مات على حب آل محمد يزفّ الى الجنة كما تزف العروس الى بيت زوجــــــــــها ,

ألا و من مات على حب آل محمد فتح له من قبره بابان الى الجنة , الا و من مــــات

على حب آل محمد مات على السنّة و الجماعة

Sungguh barang siapa meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia diberi kabar gembira oleh malaikat maut akan masuk surga, kemudian diberi tahu pula oleh dua malaikat yaitu Munkar dan Nakir. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia akan diarak masuk surga seperti pengantin perempuan di arak menuju rumah suaminya. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, di dalam kuburnya ia akan dibukakan dua pintu menuju surga. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia mati dalam lingkungan sunnah wal jamaah.[26]

b. Rasulullah saw bersabda :

معرفة آل محمد براءة من النار , وحب آل محمد جواز على الصراط , و الولاية

لآل محمد أمان من العذاب

Mengenal keluarga Muhammad saw membebaskan dari sentuhan api nereka, mencintai keluarga Muhammad saw merupakan kemudahan dalam melewati jembatan sirathol mustaqim, mengikuti keluarga Muhammad saw aman dari azab neraka.[27]

c. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :

أسعد الناس من عرف فضلنا و تقرّب الى الله بنا وأخلص حبنا

Manusia yang paling bahagia adalah yang mengenal keutamaan kami ahlu bait, mendekatkan diri kepada Allah dengan sebab kami dan yang ikhlas dalam mencintai kami.

11. Mencintai ahlu bait akan berkumpul dengan Nabi saw di akhirat.

a. Rasulullah saw bersabda :

يرد عليّ الحوض أهل بيتي ومن أحبهم من أمتي كهاتيت, يعني السبّابتين

Ahlu baitku akan berkumpul ditelaga Haudh bersama umatku yang paling mencintai mereka seperti ini (menunjukkan kedua jarinya yang saling menempel).[28]

b. Dari Imam Ali bin Abi Thalib, Rasulullah saw memegang tangan Hasan dan Husein dan bersabda :

من أحبني و أحب هذين و أبا هما وأمهما , كان معي في درجتي يوم القيامة

Siapa yang mencintai aku dan mencintai kedua anak ini serta ayah dan ibu dari keduanya, sesungguhnya ia bersamaku dalam derajatku di hari kiamat.[29]

12. Ahlu bait ibarat perahu Nabi Nuh as.

a. Dari Abu Dzar, Rasulullah saw bersabda :

ألا إنّ مثل أهل بيتي فيكم مثل سفينة نوح من قومه , من ركبةا نجا ومن تخلّف

عنةا غرق

Sungguh perumpamaan ahlu baitku terhadap kalian sepeti perahu Nabi Nuh as, siapa yang menaikinya akan selamat dan siapa yang meninggalkannya akan tenggelam.[30]

b. Rasulullah saw bersabda :

نحن سفينة النّجاة , من تعلّق بها نجا ومن حاد عنها هلك

Kami (ahlu bait) ibarat perahu keselamatan, siapa yang mengikuti kami akan selamat dan siapa yang menyimpang dari kami akan celaka.[31]

13. Ahlu bait ibarat pintu pengampunan dosa.

a. Rasulullah saw bersabda :

إنّما مثل أهل بيتي فيكم مثل باب حطّة في بني إسرئيل , من دخله غفر له

Sesungguhnya perumpamaan ahlu baitku seperti pintu pengampunan dosa Bani Israil, siapa yang masuk ke dalamnya diampuni dosanya.[32]

Perkataan tentang pintu kebebasan Bani Israil adalah isyarat yang diambil dari firman Allah swt kepada Bani Israil dalam surat al-Baqarah ayat 58 :

Dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan Katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya kami ampuni kesalahan-kesalahanmu.

b. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :

والله إنّ مثلنا في هذه الامة كمثل سفينة نوح , وانّ مثلنا في هذه الامة كمثل باب حطّة

في بني إسرئيل

Demi Allah, sesungguhnya perumpamaan kami (ahlu bait) di tengah-tengah ummat sepeti perahu Nabi Nuh as, dan sesungguhnya perumpamaan kami (ahlu bait) di tengah-tengah ummat seperti pintu pengampunan dosa Bani Israil.[33]

14. Ahlu bait ibarat bintang.

a. Rasulullah saw bersabda :

النجوم أمان لآهل الأرض من الغرق و أهل بيتي أمان لامتي من الاختلاف

Bintang-bintang adalah petunjuk bagi penduduk bumi dari kesesatan, dan ahlu baitku pengaman bagi ummatku dari perselisihan.[34]

b. Rasulullah saw bersabda :

النجوم أمان لآهل السماء فإذا ذهبت النجوم ذهب اهل السماء , واهل بيتي أمان لأهل الارض فإذا ذهب اهل بيتي ذهب اهل الارض

Bintang adalah pengaman bagi penduduk langit, jika bintang musnah maka musnahlah penduduk langit. Ahlu baitku pengaman bagi penduduk bumi, jika musnah ahlu baitku maka musnahlah penduduk bumi.[35]

c. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :

ألا إنّ آل محمد صلى الله عليه و آله وسلّم كمثل نجوم السّماء

Sungguh keluarga Muhammad saw adalah ibarat bintang di langit.[36]


[1] Al-Showaiq al-Muhriqah : 172.

[2] Shahih Muslim (4/1873)

[3] Guror al-Hikam (1/211)

[4] Sunan al-Tirmidzi (5/664)

[5] Tarikh Damsyiq : 91.

[6] Kanz al-Ummal (12/105), al-Dur al-Mansur (6/7)

[7] Al-Mahasin (1/247)

[8] Kanz al-Ummal (13/645)

[9] Nur al-Abshor : 127.

[10] Makarim al-Akhlaq (2/363)

[11] Al-Mahasin (1/247)

[12] Al-Mu’jam al-Kabir (7/86)

[13] Dzakhair al-Uqba : 218, al-Showaiq al-Muhriqah : 230.

[14] Al-Mahasin (1/247)

[15] Al-Mujadalah : 22

[16] Sawahid al-Tanzil (2/330)

[17] Yanabi’ al-Mawaddah (2/332)

[18] Al-Mahasin (1/134)

[19] Tarikh Baghdad (2/146), al-Jami’ al-Shagir (2/49)

[20] Al-Mu’jam al-Ausath (3/26), Majma’ al-Zawaid (9/172)

[21] Ihya al-Mait : 52

[22] Tafsir al-Kasyaf (4/220-221)

[23] Irsyad al-Qulub : 253.

[24] Sawahid al-Tanzil (2/310)

[25] Sawahid al-Tanzil (2/310)

[26] Tafsir Al-Kasyaf (4/220-221)

[27] Tarikh Baghdad (12/91), Faraidh al-Simthin (2/242)

[28]Dzakhoir al-Uqba : 18, Maqatil Thalibiyin : 76.

[29] Musnad Ahmad (1/77), Sunan Tirmidzi (5/641), Fadhail al-Sahabah (2/694)

[30] Al-Mustadrak ‘Ala Shaihain (3/163), Yanabi’ al-Mawaddah (1/94)

[31] Faraid al-Simthin (1/37)

[32] Al-Shawaiq al-Muhriqah : 152

[33] Kanz al-Ummal (2/434)

[34] Al-Mustadrak ‘Ala Shahihain (3/162)

[35] Yanabi’ al-Mawaddah (2/17)

[36] Nahj al-Balaghoh, khutbah no. 100.


Kategori

%d blogger menyukai ini: