Oleh: benmashoor | 1 Agustus 2008

Sejarah Peringatan Maulid

Menurut beberapa pendapat, orang pertama yang merayakan peringatan maulid Nabi saw adalah Amr Abu Said Mudzfaruddin al-Arbela. Pada peringatan maulid itu, banyak yang datang secara berkelompok. Di antaranya dari Baghdad, Muwasshili, Aljazair, Sinjar, Nashibin, bahkan dari Persia. Dan dihadiri oleh para ulama, sufi, mufti, Qurra (ahli membaca alquran), dan para penyair. Mereka mengadakan hal tersebut di Arbela pada bulan Muharram sampai awal Rabi’ul Awal. Ketika itu gubernur mendirikan meja besar dari kayu di jalan raya. Meja tersebut bertingkat-tingkat, diperkirakan sampai empat atau lima tingkat, dihiasi dengan berbagai macam warna.

Akan tetapi Sayyid Rasyid Ridho berpendapat bahwa orang pertama yang mengadakan pertemuan untuk membacakan sejarah maulid Nabi saw adalah salah satu dari raja Syarkas di Mesir. Beberapa pendapat mengatakan, orang pertama yang mengadakan maulid di Mesir adalah kekhalifahan Fathimiah, dan di antara mereka yang paling pertama adalah al-Muidz al-Dinillah, yang membawanya dari Maghrib ke Mesir pada bulan Syawal tahun 361 hijriyah. Pernyataan ini diperkuat oleh al-Muqrizi, seorang ulama dan sejarawan Mesir. Menurut al-Sakhawi, tak seorangpun dari kalangan salaf yang memperingatinya pada abad ketiga, peringatan itu dilaksanakan setelahnya, yang kemudian diperingati oleh orang-orang muslim di seluruh penjuru dunia sampai sekarang. Mereka memperingati maulid Nabi saw, dan malam harinya bersedekah dengan berbagai macam bentuk, melakukan pembacaan sejarah kelahiran Nabi saw, dan tampak oleh mereka suatu keutamaan yang besar dalam mendapatkan keberkahannya. Dari uraian tersebut, kemungkinan yang pertama mengadakan maulid adalah al-Muidz al-Dinillah, akan tetapi gubernur Arbela adalah orang pertama yang merayakan peringatan maulid Nabi saw secara besar-besaran.


Kategori

%d blogger menyukai ini: