Oleh: benmashoor | 25 Juli 2008

Muhammad Bin Alwi

Imam Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali al-Uraidhi Ja’far al-Shodiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib lahir di kota Sumul tahun 390 hijriyah. Di Sumul kaum Alawi mempunyai suatu kampung yang dinamakan kampung Alawiyah yang mempunyai bangunan yang tinggi dan kamar yang luas. Kemudian beliau pindah ke Bait Jubair yang mempunyai tanah pertanian yang luas dan dibesarkan di kota tersebut.

Imam Muhammad adalah seorang pemimpin kaum arifin yang selalu mengajak kaumnya ke jalan para salaf, hafal alquran dan kitab lainnya. Beliau belajar ilmu fiqih kepada anak pamannya Ubaidillah bin Basri dan ulama-ulama dari Bani Basri dan Bani Jadid serta ulama lainnya, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu yang bermanfaat sehingga menguasai ilmu fiqih, hadits dan tasawuf, mengisi waktunya dengan ketaatan dan ibadah kepada Allah, menolong orang-orang yang teraniaya, rajin memberi sedekah, pemimpin kaum mujtahid, wara’, selalu bertafakkur terhadap ciptaan Allah.

Dari keturunan beliau banyak yang menjadi ulama, faqih dan muhaddits. Imam Muhammad wafat pada tahun 446 hijriyah dalam usia 56 tahun di Bait Jubair, dan dikarunia satu orang anak yang bernama Alwi.[1]


[1] Ibid


Kategori

%d blogger menyukai ini: