Oleh: benmashoor | 24 Juli 2008

Ali Bin Abi Thalib

Imam Ali adalah orang yang pertama kali masuk Islam. Abu Ya’la meriwayatkan dari Ali, bahwa Ali telah berkata, ‘Rasulullah diutus pada hari Senin dan aku masuk Islam pada hari Selasa.’[1]

Abdulbirr dalam kitabnya yang berjudul al-Isti’ab mengetengahkan sebuah hadits yang berasal dari Imam Ali , bahwa Rasulullah saw berkata kepada Siti Fatimah ra : ‘Suamimu adalah orang yang terkemuka di dunia dan akhirat, ia sahabatku yang pertama memeluk Islam, yang paling banyak ilmunya dan paling besar kesabarannya’

Dalam hal nasab, seperti diriwayatkan oleh Thabrani, bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda : “Allah menciptakan keturunan setiap Nabi dari tulang sulbinya sendiri, namun Allah menciptakan keturunanku dari tulang sulbi Ali bin Abi Thalib.”

Hal ini diperkuat dengan hadits yang bersumber dari Umran bin Hushain, bahwa Rasulullah telah berkata : “Apakah yang kamu inginkan dari Ali, apakah yang kamu inginkan dari Ali, apakah yang kamu inginkan dari Ali ? Sesungguhnya Ali dariku dan aku darinya. Ia adalah pemimpin semua orang mukmin sesudahku.”

Ibnu Abbas ra meriwayatkan sebuah hadits, bahwasanya Rasulullah saw menyatakan: ‘Manusia diciptakan dari berbagai jenis pohon, sedang aku dan Ali bin Abi Thalib diciptakan dari satu jenis pohon (unsur). Apakah yang hendak kalian katakan tentang sebatang pohon yang aku sendiri merupakan pangkalnya, Fatimah dahannya, Ali getahnya, al-Hasan dan al-Husein buahnya, dan para pencinta kami adalah dedaunannya ! Barangsiapa yang bergelantung pada salah satu dahannya ia akan diantar ke dalam surga, dan barangsiapa yang meninggalkannya ia akan terjerumus ke dalam neraka.”

Imam Ali bin Abi Thalib wafat sebagai syahid pada hari Jum’at tanggal 17 Ramadhan tahun 40 Hijriyah ketika sedang melaksanakan sholat Subuh. Beliau dikarunia lima belas orang anak laki-laki dan delapan belas orang anak perempuan :[2]

Hasan

Husein

Muhsin (meninggal waktu kecil)

Ibunya Siti Fathimah binti Rasul saw.

Muhammad al-Hanafiah

Menurut satu pendapat keluarga Ba Qasyir di Hadramaut adalah keturunannya)[3]

Abbas

Usman

Abdullah

Syahid bersama saudaranya Husein. Ibunya ummu Banin bt. Hazm al-Kilabiyah

Ja’far

Abdullah

Abu Bakar

Ibunya Layla binti Mas’ud al-Nahsaly

Yahya

Aun

Ibunya Binti Umais al-Khosmaiy

Umar al-Akbar

Ibunya ummu Habibah al-Taghlibiyah

Muhammad al-Ausath

Ibunya Amamah binti Abi Ash

Muhammad al-Asghor

Kelima belas anak laki-laki tersebut sesuai dengan pendapat al-Amiri, sedangkan Ibnu Anbah menambahkan nama : Abdurahman, Umar al-Asghor dan Abbas al-Asghor. Adapun yang membuahkan keturunan ada lima, yaitu : Hasan, Husein, Muhammad al-Hanafiyah, Abbas al-Kilabiyah dan Umar al-Tsa’labiyah.

Sedangkan anak perempuannya dalam riwayat yang disepakati berjumlah 18 orang, yaitu : Zainab, Ummu Kulsum, Ruqoyah, Ummu Hasan Ramlah al-Kubra, Ummu Hanni, Ramlah al-Sughro, Ummu Kulsum al-Sughro, Fathimah, Amamah, Khadijah, Ummu Khoir, Ummu Salmah, Ummu Ja’far, Jamanah.


[1] Al-Syablanji, Nur al-Abshor, hal.162.

[2] Ibnu Hazm, Jamharoh Ansab al-Arab, hal.37. Ibnu Anbah, Umdah al-Thalib, hal. 167. Al-Masyhur, Syamsu al-Zhahirah, Jilid 1, hal. 15.

[3]Abdurrahman Bin Muhammad al-Masyhur, Syamsu al-Zhahirah , Jilid 1, hal. 16.


Kategori

%d blogger menyukai ini: